Senin, 17 Juni 2013

Finally...Jekardah

14 Juni 2013

Lomba hari pertama cerdas cermat 4 pilar digelar di gedung UC UGM. Ditemani Faris, Wildan, dan Laras, kami hanya bisa melihat dari bangku penonton. Anggota tim tahun ini adalah Bintang, Vici, Nicha, Dian, Adit, Vika, Gembul, Anggi, Ayu, dan Nisa. Saya rasa kalo membahas penguasaan materi, mereka jauh lebih unggul daripada tim tahun lalu. Apalagi sistem perlombaan tahun ini sangat berbeda, lebih kepada kemampuan individu. Mau tidak mau mereka dituntut untuk hafal dan paham semua materi (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika).

Pada pengundian lomba ternyata mendapat jadwal terakhir, kloter 6. Plusnya mereka bisa mencermati pertanyaan dari kloter 1 sampai 5. Minusnya kondisi fisik menurun. Beruntung kali ini tepat waktu dan nggak molor. Kloter 1 dimenangkan SMAN 1 Wonosari. Kloter 2 sampai 5 dimenangkan oleh sekolah dari Bantul, yaitu SMAN 1 Bambanglipuro, SMKN 1 Bantul, MAN Wonokromo, dan SMAN 2 Bantul. Kloter 6 mempertemukan SMAN 8 Yogyakarta, SMKN 1 Nglipar, dan SMAN 2 Yogyakarta. Dan akhirnya poin 175 mengantarkan Smada masuk babak semifinal.

15 Juni 2013

Sedih. Faris ke Solo. Laras ada acara keluarga. Tapi akhirnya Unit datang (setelah tanggal 14-nya dia nggak dateng gara-gara tertidur). Dan Wildan datang pas babak tematik. Semifinal pertama ( 1 Wonosari vs SMKN 1 Bantul vs 1 Bambanglipuro) dimenangkan oleh SMAN 1 Wononsari. Smada maju di semifinal kedua, dan percaya diri mereka mulai tumbuh. Smada melaju ke babak final dengan poin 194. Satu tim lagi di final adalah SMKN 1 Bantul karena mereka jadi runner up semifinal dengan nilai tertinggi.

Habis semifinal malah pada down. Ada yang takut, ada yang grogi. Tapi saya dan yang lain terus memberi motivasi *halah*. Dan not bad-lah, cukup berhasil. Regu A SMAN 1 Wonosari, regu B Smada, regu C SMKN 1 Bantul. Ketiga regu dapet nilai sempurna di babak tematik, 75. Masuk ke babak satu lawan satu. Jujur saya sempat terkejut. Mereka mendominasi babak ini. Keren banget! Lanjut ke babak yang terakhir, benar salah. Saya sama Wildan sudah mulai deg-degan dewe. Daaaaann.....Kutukan telah berakhir! 197! Smada melaju ke tingkat nasional!!!! Bangga banget sama kalian. Akhirnya kalian bisa membuktikan bahwa perjuangan kalian yang sampe nggak ikut pelajaran, tugas menumpuk, dan harus ikut ujian susulan itu terbayarkan.

Selamat ya, tim. Kalian benar-benar luar biasa, benar-benar hebat. Pokoknya tetep semangat buat maju ke nasional. Kalian udah berjuang sejauh ini, jadi jangan setengah-setengah. Jangan sia-siakan kesempatan sekali seumur hidup ini. Kalianlah yang berhasil mewujudkan asa Bu Lis dan para alumni yang dulu tergabung dalam tim lcc ini. Tetep rendah hati, jangan jadi sombong dan terlena. Persiapkan semuanya dari sekarang. Kami pernah merasakannya, gagal itu sangat menyakitkan. Dan untuk bisa mencapai tujuan kita bersama ini, memang harus mengorbankan banyak hal. Tapi yakinlah semua itu akan terbayarkan.

"Generasi kebanggaan bangsa! Bersatu dan optimis!"

Hari pertama

Delayota vs SMKN 1 Nglipar vs Smada


Amunisi hari pertama (1)

Amunisi hari pertama (2)

Hari kedua

Semifinal




Final






Bareng Pak Eddie Siregar dan teman-teman SMAN 1 Bantul

Bu Lis, pembimbing yang luar biasa

Omar M Bintang, juru bicara


Alumni 4 pilar dari berbagai daerah




They were sangar enough x))


Bertepatan dengan ulang tahunnya Vici. Happy birthday!

Ada dek Azraaaaa!!!! hihi

Kamis, 06 Juni 2013

Show me Your way, God

Praise The Lord!

Ada hal yang ingin saya ralat. Saya merasa masa SMP itu sangat cepat. Tapi ternyata masa SMA lebih cepat. 24 Mei lalu pengumuman kelulusan. Puji Tuhan kami lulus semua. 26 Mei kami diwisuda. Rasanya sangat bahagia, bercampur sedih. Iya, sudah waktunya berpisah dengan keluarga SMAN 2 Yk.

Tanggal yang dinanti berikutnya adalah 27 Mei, pengumuman SNMPTN. Saya berdoa untuk diberikan yang terbaik dan mental yang siap menerima apapun hasilnya. Dan Tuhan benar-benar luar biasa. Saya lolos masuk fakultas hukum UGM. Sangat bersyukur tentunya dan saya merasa Tuhan benar-benar memberi jalan . Ya, mulai dari sinilah saya akan merajut masa depan. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa. Kelak saya akan membuat ibu tersenyum bahagia melihat anak bungsunya ini. Juga bapak. Putramu sekarang sudah lulus, dan sebentar lagi masuk bangku kuliah, Pak :')
Saya akan mulai, dengan jalan ini, dengan cara saya sendiri. Doakan saya.