Rabu, 28 November 2012

Rekoleksi

Dua hari yang mengesankan!

Hai! Ini adalah postingan keduaku. Cukup lama juga sih ya intervalnya dengan posting yang pertama. Oke, sesuai judulnya diposting kedua ini aku akan menulis tentang rekoleksi misdinar. Rekoleksi itu sebuah acara rohani yang biasanya dilakukan untuk lebih mendalami suatu hal. Nah, acara ginian biasanya juga nginep gitu di suatu tempat. Destinasi untuk rekoleksi tahun ini adalah di Wonogondang, daerah lereng Merapi. Sempet heran juga sih, lagi musim hujan kenapa rekoleksinya di situ. Nggak pas musim hujan aja udah dingin. Tapi nyatanya ya enjoy aja sih. Harapan kami semua sama, semoga nggak hujan dan acaranya lancar.

Acara rekoleksi misdinar ini rutin dilakukan setiap tahun. Pada tahun 2012 ini ketua panitianya adalah Bernardinus Dobie Timura Dwi Hari Saputra. Itu nama satu orang, dan panjang. Kami biasa memanggilnya Dinus. Aku sendiri jadi sie acara berpartner dengan Eggy. Susunan panitianya aku nggak begitu hafal, jadi lebih baik nggak usah dirinci daripada salah. Yang jelas panitia dan pembimbing ada 12 orang, 9 orang anak usia remaja, dan 3 orang yang udah  tua  senior. Peserta yang ikut ada 26 orang (kalau nggak salah juga sih). 

Sabtu, 24 November 2012. Kami berkumpul di SD Pangudi Luhur Sedayu mulai jam setengah tiga sore. Setelah semua berkumpul, langsung cus ke Wonogondang. Naik truk. Dan aku harus mendampingi anak-anak itu. Terpal dipasang karena turun hujan. Baru sampai ringroad utara hujannya makin deres. Jadilah aku panik sendiri karena terpalnya bocor di sana-sini dan kami yang di dalamnya basah kuyup.

Sekitar jam tujuh malem para peserta dibagi menjadi lima kelompok dan harus membuat yel-yel untuk ditampilkan. Mereka juga menamai kelompoknya masing-masing; piala, patena, sibori, anggur, dan monstran. Sembari meyiapkan semuanya, kami makan malam. Menu sederhana yang saat itu terasa lebih nikmat karena disantap bersama teman-teman. Pada penampilan yel-yel banyak mengundang tawa. Ada kelompok yang sangat bersemangat dengan gerakan ciptaan mereka, tapi ada juga yang malu-malu, ada juga yang absurd banget. Acara selanjutnya adalah sharing. Tiap kelompok ada pendamping yang ikut sharing bersama peserta. Banyak hal yang kami bicarakan saat itu. Rasanya sangat menyenangkan, banget. Dan bisa dibilang malming wingi ora dadi cah cupu meneh soale wes ngumpul bareng kanca-kanca sing nyenengke banget.

Karena mulai dingin akhirnya sekitar jam setengah sepuluh kami menutup acara di hari pertama. Terus panitia ngomongin acara untuk hari kedua. Obrolan pun terus berlanjut kesana kemari. Bar kuwi njuk malah ora krasa ngantuk. Jadilah kami bermain-main sejenak terus menghangatkan badan di sekitar api unggun. Kembali banyak obrolan yang terjadi saat itu. Dan seperti biasa, Hasto dan Rindo melakukan hal-hal konyol yang membuat malam itu jauh lebih menyenangkan. Sekitar jam satu dinihari kami baru tidur.

Pas waktu itu adem banget, ra nguati banget, marai susah turu. Tapi ya akhirnya tetep bisa tidur. Jam tiga dinihari bangun. Masih ngantuk, tapi yo piye meneh, rasane adem banget, raiso turu meneh. Selain itu ternyata anak-anak malah udah bangun jam segitu. Jadi ya harus menemani mereka. Aku dan Dinus kembali menyalakan api unggun. Nah, berasa acara api unggun pada dinihari. Tapi temen-temen panitia yang cewek masih terlelap dengan lapisan-lapisan selimut mereka.

Acara minggu pagi dimulai dengan jalan-jalan. Sebelum itu si Hasto memimpin anak-anak misdinar untuk melakukan pemanasan. Terus cus jalan-jalan yang dipimpin mas Deni (yang tau jalannya cuma dia). Jalan kaki yang cukup melelahkan tapi menyenangkan. Kami bisa melihat pemandangan Merapi yang luar biasa! Pas acara ini sebagian panitia nggak ikut soalnya harus nyiapin segala sesuatu buat outbond. 

Selanjutnya, simak saja :)

pembagian kelompok 


bikin yel-yel


bikin yel-yel




penampilan yel-yel kelompok patena

Sharing






Api unggun dinihari






Outbond





























Penutup




Galeri

Dinus

Hasto

Rindo



Eggy


Vero

Anna

Betty

Iva

mas Merry


 mas Deni


mas Hendarto

maju yel-yel

mbak Dewi & mbak Venta

sebelum outbond

sayap patah (?)


hampir....

dorrr!

Dinus & Rindo





 tetua  senior


Hasto & Dinus

Foto-foto itu memori yang sangat berharga. Hal-hal yang kami jalani waktu itu menyedihkan, menyenangkan, mengesankan. Ah...sangat sederhana. Dalam komunitas ini aku menemukan hal yang berbeda. Sejak delapan tahun yang lalu, aku menjadi bagian dari keluarga ini. Secara khusus mengucapkan terima kasih kepada bruder Kris yang telah mengenalkan dan mengajariku menjadi pelayan-Nya. Terima kasih untuk teman-teman panitia & kakak-kakak pembimbing.

"Awakdewe dadi misdinar ki ora dibayar, ming entuk kesel. Nanging kok yo isih gelem dadi misdinar yo?" -mas Merry
Panggilan :)