HALO!
Ini adalah kali pertama aku menulis sebuah postingan di blog. Dan aku bahagia. Lho? Ya, karena ini adalah realisasi yang sudah lama terpendam. Hasrat untuk menulis di sebuah blog sebenarnya sudah tercetus sejak masa SMP dulu. Selama beberapa tahun itulah menulis di sebuah blog hanya menjadi wacana belaka yang tidak berujung pada realisasi.Blog ini sih udah dibuat sekitar bulan apa tepatnya udah lupa, yang jelas udah agak lama. Dan anehnya setelah sekian lama pengen nulis, giliran udah punya blog malah bingung harus gimana. Kemudian sekaranglah muncul ide untuk menulis. Posting pertama ini aku beri judul prolog. Ya anggap saja ini pengantar dari penulis yang notabene seorang newbie. Jadi isi dari posting ini mungkin masih berantakan, soalnya mau nulis campur-campur tentang berbagai hal.
Kita mulai dari perkenalan. Nama penulis (ya aku sendiri sih) Yulius Agung Kurniawan. Biasa dipanggil Agung. Saat ini berumur 17 tahun dengan predikat yang sudah lama melekat dan tidak bisa dipungkiri lagi, ya, 'tukang foto' atau lebih dikenal dengan sebutan jomblo (yo rapenting sih sakjane). Untuk menghibur diri anggap saja predikat tersebut sebagai sebuah prestasi. Tapi tetep bersyukur kok, masih punya banyak temen yang berpredikat sama. Ya semoga saja nantinya perkumpulan 'tukang foto' ini dapat menemukan 'obyek foto' yang akan mengisi setiap byte memori dari kamera kami masing-masing. #tssah
Rumah. Tempat yang paling nyaman ini berada di daerah pelosok. Jaraknya kurang lebih sekitar 12 kilometer ke arah barat, selatan, barat, selatan dan barat dari kota Yogyakarta. Memang, rumahku berada di teritorial kabupaten Sleman. Kecamatannya bernama Moyudan. Desanya bernama Sumbersari. Dusunnya bernama Tiwir. Tapi entah kenapa dari dulu ada kepuasan tersendiri untuk penyebutan Tiwir sebagai alamat rumahku. Soale jenenge lucu kepiye ngono, njuk kayake yo terhitung jeneng yang langka dan unik untuk sebuah dusun (opo aku wae sing ngrasa ngono yo). Beberapa orang menyebut bahwa rumahku nlesep dan pelosok. Beberapa yang lainnya mengklaim rumahku itu di ujung dunia. Dan aku heran, beberapa dari mereka yang menyebut demikian pada kenyataannya belum pernah berkunjung ke rumahku, tapi mereka bisa bilang semacam itu, hebat.
tempat ternyaman
trah keluarga di pantai Glagah
Orang tua. Sangat bersyukur kepada Tuhan atas orang tua yang diberikan. Mereka sangat menginspirasi dan menjadi sosok panutan serta pahlawan di mata anak-anaknya. Dan kebanggaanku akan mereka tidak akan pernah berkurang. Berkat merekalah, aku belajar semua hal, termasuk hidup.
bapak
mbak ika & ibuk
kami




Tidak ada komentar:
Posting Komentar